Beranda » Health Education and Behavioral Science » Pengaruh Penyuluhan Demam Berdarah terhadap Perilaku Ibu Rumah Tangga

Rabu, 08 Februari 2012 - 10:26:51 WIB*
Pengaruh Penyuluhan Demam Berdarah terhadap Perilaku Ibu Rumah Tangga
Diposting oleh : Dwicahyanti Utami
Kategori: Health Education and Behavioral Science - Dibaca: 1680 kali

Resmiati* Yatnita Parama Cita** Arif Susila***

*Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Istara Nusantara Jakarta, Jl. Inspeksi Saluran Blok IV C Kalimalang Jakarta Timur 13420 (e-mail : resmiati_skp@yahoo.com)
**Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Istara Nusantara Jakarta, Jl. Inspeksi Saluran Blok IV C Kalimalang Jakarta Timur 13420 (e-mail : nitatafshiilaa@yahoo.com)
***Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Istara Nusantara Jakarta, Jl. Inspeksi Saluran Blok IV C Kalimalang Jakarta Timur 13420 (e-mail : wongnangun@yahoo.com)


Abstrak

Pada periode tahun 1989 - 1995, insiden demam berdarah di Indonesia berada pada kisaran 6 - 15 per 100.000 penduduk. Pada tahun 1998, dengan angka insidens demam berdarah meningkat tajam menjadi 35,19 per 100.000 penduduk dengan angka kematian (CFR) 2%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap perilaku. Penelitian ini dilaksanakan di RW 12, Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, terhadap 227 responden. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuasi eksperimen pra-pasca tes dalam satu kelompok (one group pra test and post test design). Pengetahuan dan sikap diukur dengan lembar kuesioner serta tindakan diukur dengan lembar observasi yang sebelumnya telah dilakukan uji coba. Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah penyuluhan terhadap 227 responden. Ditemukan penyuluhan tentang DBD berpengaruh secara bermakna terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan penduduk (nilai p = 0,000). Setelah penyuluhan, nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari (14,4; 30%) menjadi (18,9; 88,1%), nilai sikap meningkat dari (64,6 70,9%) menjadi (69,6; 96,9%), tindakan dari (5,1; 7,5%) menjadi (6,0 ;17,6%).
Kata kunci: Penyuluhan kesehatan, demam berdarah, ibu rumah tangga

Abstract

In the period of 1989 - 1995, the incidence of dengue hemorrhagic fever in Indonesia was within the interval of 6 - 15 per 100.000 population. In 1998, the incidence increased sharply (35,19 per 100.000 population) with case fatality rate of 2%. The purpose of this research is to evaluate the effect of health counseling on the behaviour of housewives. This research was conducted in 227 respondents in RW 12 of Pondok Kelapa in Duren Sawit district, East Jakarta, to measure respondents’ knowledge and practice before and after health counseling. This research used one group quasy experiment design (pre-and-posttest design). The measuring tool is a list of questions and observation check list that had been tested before. The health counseling on dengue fever significantly influences the knowledge and practice of the housewives. This result showed increase of knowledge and practice before and after the counseling. The average knowledge (14,42; 30%) increased to 18,91; 88,1%. The attitude score increased from 64,42; 70,9% to 69,58; 96,9%. The practice score increased from 5,11; 7,5% to 5,98; 17,6%.
Key words: Health counseling, dengue fever, housewife
| Full Text |