Beranda » Health Administration and Policy » Analisis Politik dan Kebijakan Pembiayaan Rumah Sakit Pemerintah DKI Jakarta

Senin, 12 Maret 2012 - 15:15:44 WIB*
Analisis Politik dan Kebijakan Pembiayaan Rumah Sakit Pemerintah DKI Jakarta
Diposting oleh : Desy Hiryani
Kategori: Health Administration and Policy - Dibaca: 1346 kali

Sandra Olivia* Dumilah Ayuningtyas**

*Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
**Departemen Administrasi Kebijakan dan Kesehatan Fakultas Kesehatan MasyarakatUniversitas Indonesia, Gd. F Lt. 1 KampusBaru UI Depok 16424, e-mail: dumilah@gmail.com

Abstrak
Telah diyakini bahwa untuk mencapai visi Indonesia Sehat 2010 pembiayaanrumah sakit merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhikualitas kesehatan masyarakat. Namun, menurut indikator IndeksPembangunan Manusia, Indonesia masih menempati posisi ke-110 dari117 negara di dunia. Penelitian ini telah dilaksanakan untuk memahamipolitik dan kebijakan pembiayaan pengelolaan rumah sakit pemerintah DKIJakarta. Dua rumah sakit milik Pemerintah DKI Jakarta, yaitu Rumah SakitPasar Rebo dan Rumah Sakit Duren Sawit dipilih sebagai sampel. Studi inimerupakan penelitian kualitatif dimana pengambilan data primer dilakukandengan cara wawancara mendalam. Pada kedua rumah sakit inidikumpulkan data mengenai peraturan dan regulasi serta keuangan rumahsakit selama tahun 2004-2008. Hasil analisis aktor, konten, konteks, danproses menunjukkan bahwa kebijakan pembiayaan rumah sakit terdiri daripenentuan tarif, subsidi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD),keluarga miskin (gakin), dan surat keterangan tidak mampu (SKTM) sertapola pembiayaan yang terkait dengan status kelembagaan. Dalam penetapankebijakan ini, anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD)merupakan aktor utama. Proses pengambilan keputusan untuk menetapkanagenda dan rumusan keuangan masih belum sempurna sehinggamenghambat pelaksanaannya. Selain itu, proses evaluasi dan adaptasi kebijakanpembiayaan belum dilaksanakan dengan baik. Dibutuhkan diskusidan kerja sama antara berbagai aktor kebijakan untuk menghasilkan kebijakan.Administrator rumah sakit berfungsi strategis untuk melakukan upayapeningkatan secara internal menuju kemandirian rumah sakit dan kemandirianeksternal dengan cara advokasi pihak legislatif untuk perbaikankebijakan selanjutnya.
Kata kunci: Politik dan kebijakan, pembiayaan rumah sakit, rumah sakit pemerintah

Abstract
It is believed that to achieve Healthy Indonesia 2010 vision health financingis a significant factor that affects the quality public health. However,according to Human Development Index’s indicators, Indonesia is at 110thposition of 177 countries in the world. The present study has been carriedout to understand the politic and financing policy in the management of governmenthospitals own by DKI Jakarta. Two DKI Jakarta own hospitals i.e.Pasar Rebo Hospital and Duren Sawit Hospital were selected as samples.This study is qualitative research with using indepth interviews. To collectprimery data deal with relevan roles from which the data on hospital rulesand regulations as well as finance were collected during 2004-2008 period.The results of actor, content, context, and process analyses showedthat financing policy consists of tariff, local revenue and expenditure budget(APBD) subsidy, poor households (gakin), notification letter for thepoor (SKTM) as well as financial pattern related to hospital status. In decidingthis policy, legislators of local people representative (DPRD) are themain actors. Decision making process of financing agenda and formulationwas imperfect which in turn causes implementation constraint. In addition,financing policy evaluation, and adaptation processes are not implementedproperly. It takes discussions and cooperation between various policyactors to produce policy. Hospital administrator who has a stategic funtionshould make effort to improve internal hospital toward independence aswell as external hospital by advocates legislative to correct next policy.
Key words: Politic and policy, hospital financing, government hospital

| Full Text |