Beranda » Reproductive Health » Studi Kematian Ibu dan Kematian Bayi di Provinsi Sumatera Barat: Faktor Determinan dan Masalahnya

Rabu, 14 Maret 2012 - 09:57:58 WIB*
Studi Kematian Ibu dan Kematian Bayi di Provinsi Sumatera Barat: Faktor Determinan dan Masalahnya
Diposting oleh : Desy Hiryani
Kategori: Reproductive Health - Dibaca: 4321 kali

U. Mariati* Z. Agus** D. Sulin** Masrul** Z. Amri* F. Arasy* Muslim* H. Hanum* Mohanis* F. Arma*

*Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Padang, Komplek Kesehatan Gunung PangilunJl. Gajah Mada Padang, e-mail: mama_ulvi@yahoo.com
**Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Abstrak
Salah satu tujuan yang hendak dicapai oleh World Health Organization padatahun 2000 adalah health for all by year 2000. Beberapa indikator digunakanuntuk mengukur pencapaian tersebut, diantaranya angka kematianbayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI). Dinas Kesehatan Sumatera Barattelah berhasil menurunkan AKB dan AKI selama 5 tahun terakhir, akantetapi angka-angka tersebut tidak menggambarkan angka yang sebenarnyakarena hanya diperoleh berdasarkan prediksi perhitungan statistik kependudukan.Angka tersebut juga tidak dapat memperlihatkan disparitas antarwilayahdan kelompok sosial ekonomi di Sumatera Barat. Penelitian inidilakukan untuk mendapatkan AKB dan AKI yang tepat serta mengetahuifaktor determinan dan permasalahannya di Sumatera Barat pada tahun2007. Desain penelitian adalah Direct Household Survey Method denganpendekatan prospektif. Penelitian dilakukan di 19 kabupaten/kota diProvinsi Sumatera Barat dari tanggal 1 Januari sampai 31 Desember 2007.Hasil penelitian menunjukkan AKB dan AKI Sumatera Barat tahun 2007berkisar 28,4 per 1.000 kelahiran hidup dan 211,9 per 100.000 kelahiranhidup. Asfiksia dan perdarahan postpartum merupakan penyebab kematianutama ibu dan bayi. Dinas Kesehatan Sumatera Barat dan pemerintahannyaharus mempunyai komitmen yang kuat untuk membangun jaringan kerjayang efektif untuk menurunkan AKB dan AKI di Sumatera Barat.
Kata kunci: Angka kematian bayi, angka kematian ibu, asfiksia, postpartum

Abstract
One of the main goals that WHO wants to reach in 2000 is Health for All Year2000. Some of indicators have been using to measure the goals, such asinfant mortality rate (IMR) and maternal mortality rate (MMR). WestSumatera Health Office had been successed reducing IMR and MMR forover 5 years, but the score was not mentioned the exact number becausethis measurement just using national statistic measurement. It also couldnot describe the disparity between the area and sosial group in WestSumatera. This research aim is to get the exact number of IMR and MMR, determinat factors and its problems in West Sumatera in 2007. The studydesain was Direct Household Survey Method with prospective approach.The research was done in 19 different government district in West Sumaterafrom January 1st until December 31st 2007. Result of this research foundIMR and MMR of West Sumatera in 2007 is 28,4 per 1.000 birth life and211,9 per 100.000 birth life. Asphyxia and postpartum bleeding is the maincause of infant and maternal death. West Sumatera Health Office and itsgovernment should have a strong commitment to build effective networkingto reduce IMR and MMR in West Sumatera.
Key words: Infant mortality rate, maternal mortality rate, asphyxia, postpartum
| Full Text |